Setelah melalui masa dasar, Taruna akan menyandang pangkat Kopral Taruna (Koptar). Pangkat ini menunjukkan bahwa mereka telah berhasil melewati pelatihan dasar keprajuritan yang intensif. Di tingkat ini, Taruna mulai dibekali dengan latihan lapangan dan materi teori yang lebih mendalam selama sekitar sembilan bulan. Fase ini sangat krusial dalam memperkuat disiplin serta kemampuan teknis dasar.
Memasuki tahun kedua, Taruna naik menjadi Sersan Taruna (Sertar). Pada tingkatan ini, tanggung jawab mulai melebar dengan hadirnya adik angkatan. Sertar mengemban peran sebagai “macan kecil,” di mana mereka tidak hanya fokus pada diri sendiri tetapi juga mulai membina dan memberikan teladan. Kepemimpinan di tingkat bawah mulai diasah melalui interaksi dan pengawasan sehari-hari dalam Resimen Taruna.
Kenaikan pangkat berlanjut ke Sersan Mayor Dua Taruna (Sermadatar) di tingkat tiga. Sermadatar dianggap sebagai “macan tengah” karena telah memiliki dua angkatan di bawahnya. Mereka bertugas selama satu tahun dengan fokus pada implementasi kepemimpinan dan kolaborasi dalam latihan gabungan. Jenjang ini menjadi persiapan penting sebelum memasuki tahun terakhir.
Puncak dari masa pendidikan di Akademi Militer adalah pangkat Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar). Ini adalah tingkat tertinggi, disandang oleh Taruna tingkat empat. Sermatutar memiliki tanggung jawab penuh dalam menjalankan fungsi Komandan Resimen Taruna dan mempersiapkan diri untuk penugasan pasca-kelulusan. Pangkat ini melambangkan kesiapan total untuk dilantik sebagai perwira TNI.
Setiap jenjang, dari Prajurit Taruna, Kopral Taruna, hingga Sersan Mayor Satu Taruna, merupakan tahapan krusial dalam menempa mental baja dan jiwa kepemimpinan. Keseluruhan proses ini, di bawah pengawasan Resimen Taruna, memastikan setiap lulusan memiliki kualifikasi akademik dan keprajuritan yang setara dengan perwira pertama.
Kepangkatan ini tidak hanya sekadar tanda di pundak, tetapi juga simbol dari kematangan, kedewasaan, dan kesiapan untuk mengemban tugas negara sebagai seorang Perwira TNI Angkatan Darat. Transformasi ini menjamin regenerasi pemimpin militer yang berintegritas dan profesional. Jenjang Kopral Taruna menjadi pondasi kuat bagi seluruh proses evolusi ini.
