Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, S.I.P., M.A., mengungkapkan gagasan strategis untuk menempatkan 18 Kesatuan TNI Angkatan Darat di Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencana besar ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan dan pengamanan IKN sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan masa depan Indonesia. Penempatan ini akan terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur di kawasan IKN, menciptakan ekosistem pertahanan yang kuat.
Jenderal Maruli menjelaskan bahwa rencana penempatan 18 Kesatuan TNI AD ini merupakan bagian integral dari masterplan pertahanan dan keamanan IKN yang telah dirancang secara teliti. “Kami sudah memulai pembangunan Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sebagai langkah konkret awal dari rencana jangka panjang ini,” ujar Jenderal Maruli dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Markas Besar Angkatan Darat pada hari Selasa, 25 Februari 2025, tepat pukul 11.00 WIB. Beliau juga menegaskan bahwa fokus utama pada tahap ini adalah memastikan kesiapan infrastruktur, logistik, serta personel menjelang momen krusial, yaitu upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang rencananya akan digelar perdana di IKN.
Dalam konteks pengamanan upacara HUT RI di IKN, Jenderal Maruli memberikan penekanan khusus pada prioritas utama, yaitu menjamin keamanan Istana Negara dan seluruh area di sekitarnya. “Setidaknya 80 persen dari total personel yang akan dikerahkan akan difokuskan secara eksklusif untuk mengamankan jalannya upacara kenegaraan tersebut, memastikan tidak ada celah keamanan sedikit pun,” tegasnya. Penempatan 18 Kesatuan TNI AD ini tidak hanya memiliki tujuan seremonial atau pengamanan sementara, tetapi juga ditujukan untuk membentuk kekuatan pertahanan permanen yang selalu siap siaga menjaga kedaulatan dan integritas IKN. Jenis-jenis kesatuan yang akan ditempatkan sangat beragam, mencakup satuan tempur yang siap bertindak cepat, satuan bantuan tempur yang memberikan dukungan logistik dan medis, serta satuan teritorial yang berperan dalam pembinaan wilayah, demi memastikan cakupan pengamanan dan pertahanan yang menyeluruh dan efektif.
Lebih lanjut, Jenderal Maruli juga menyoroti pentingnya menjaga rasio ideal antara jumlah personel yang ditempatkan dan fasilitas pendukung yang tersedia di IKN. Penempatan Kesatuan TNI ini akan diimbangi dengan pembangunan fasilitas pendukung yang komprehensif, seperti perumahan dinas yang layak bagi prajurit dan keluarga, sarana latihan yang modern, fasilitas kesehatan, serta fasilitas sosial lainnya. Dengan demikian, diharapkan seluruh personel TNI AD yang bertugas di IKN akan memiliki dukungan yang memadai untuk menjalankan tugasnya dengan optimal. Gagasan ini merupakan langkah proaktif yang visioner dari TNI AD dalam mendukung visi besar pemerintah untuk IKN, menciptakan pusat gravitasi baru yang tidak hanya maju secara ekonomi dan sosial, tetapi juga aman, nyaman, berdaulat, dan menjadi contoh keberhasilan pembangunan nasional.
