Dari Survival Hutan ke Udara: Latihan Dasar Prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat

Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), sebelumnya dikenal sebagai Paskhas, adalah pasukan elite TNI Angkatan Udara yang memiliki kemampuan khas tiga matra: udara, laut, dan darat. Untuk mencetak prajurit yang serbaguna dan mampu beroperasi di lingkungan tempur yang paling ekstrem, latihan dasar prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) sangatlah keras dan komprehensif. Mulai dari survival hutan ke udara, setiap calon prajurit digembleng dalam berbagai disiplin ilmu tempur. Pada akhir Wing Day di Markas Kopasgat di Bandung, pada hari Jumat, 28 November 2025, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menekankan bahwa kemampuan Special Forces ini adalah aset vital TNI AU. Artikel ini akan membahas dua fase kunci yang harus dilewati setiap calon prajurit Kopasgat.


Fase 1: Ground Combat dan Survival (Dari Hutan)

Fase awal latihan dasar prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) sangat berfokus pada adaptasi lingkungan darat ekstrem, terutama teknik survival hutan. Prajurit Kopasgat harus mampu bertempur dan bertahan hidup di segala medan tanpa dukungan logistik.

  • Komando dan Komando (Dankon): Ini adalah tahapan awal yang menuntut ketahanan fisik dan mental luar biasa. Prajurit dilatih untuk berjalan jauh (long march) sambil membawa beban penuh, menembus hutan, gunung, dan rawa-rawa, seringkali dengan waktu istirahat yang minimal.
  • Jungle Survival: Prajurit diajarkan untuk mencari makan, membuat jebakan, dan mendapatkan air dari sumber alami. Kemampuan ini memastikan prajurit dapat bertahan lama di daerah musuh atau terpencil tanpa resupply. Teknik survival hutan ini juga mencakup navigasi darat siang dan malam dengan kompas dan bintang.
  • Pertempuran Jarak Dekat (Close Quarter Battle/CQB): Pelatihan intensif dilakukan untuk operasi pembebasan sandera dan penyerangan di area terbatas, yang merupakan tugas spesialisasi Kopasgat dalam operasi kontra-terorisme.

Fase 2: Airborne dan Air Support (Ke Udara)

Setelah menguasai medan darat, prajurit bertransisi ke spesialisasi Matra Udara. Tahapan ini menjawab mengapa Kopasgat dikenal sebagai Pasukan Payung khas TNI AU.

  • Penerjunan Dasar (Para Dasar): Ini adalah tahapan penting yang melatih prajurit untuk melakukan terjun payung statis (Static Line Jump) dari pesawat seperti C-130 Hercules, baik siang maupun malam hari. Latihan ini memastikan prajurit mampu dimasukkan ke area konflik yang sulit dijangkau melalui darat. Keterampilan ini adalah transfer langsung dari survival hutan ke udara.
  • Operasi Pangkalan Udara: Kopasgat bertanggung jawab penuh atas pengamanan Pangkalan Udara (Lanud) dari serangan musuh. Latihan ini mencakup pertahanan perimeter, quick reaction force (QRF), dan pembersihan landasan pacu. Latihan ini sangat penting karena Pangkalan Udara adalah aset udara yang vital.
  • Penugasan Udara Taktis: Meliputi Air Traffic Control (pengendalian lalu lintas udara taktis), panduan pendaratan bagi pesawat, dan kemampuan untuk mendirikan air traffic control temporer di zona pertempuran.

Kombinasi unik dari survival hutan ke udara inilah yang menjadikan Kopasgat memiliki kemampuan force protection dan force projection yang sangat mumpuni.