Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara tidak hanya dikenal karena kemampuan tempurnya dalam Operasi Militer konvensional. Mereka juga memiliki peran yang sangat penting dan multifungsi dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam konteks kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Fleksibilitas dan kesiapan mereka menjadikan Kopasgat aset berharga yang siap diterjunkan dalam berbagai situasi krisis, baik di medan tempur maupun di wilayah sipil. Artikel ini akan mengupas kiprah Kopasgat dalam menjalankan OMSP.
Salah satu Operasi Militer Selain Perang yang sering diemban Kopasgat adalah penanggulangan bencana alam. Indonesia, sebagai negara yang rawan bencana, membutuhkan tim reaksi cepat yang mampu menjangkau lokasi terpencil dan memberikan bantuan. Kopasgat, dengan kemampuan penerjunan payung dan adaptasi di berbagai medan, sangat ideal untuk tugas ini. Mereka dapat diterjunkan ke area yang terisolasi untuk mendirikan posko darurat, menyalurkan bantuan logistik, atau melakukan evakuasi korban. Contoh nyata terlihat saat gempa bumi dan tsunami melanda sebuah wilayah di Sulawesi pada 28 September 2024, satu batalyon Kopasgat menjadi salah satu unit pertama yang tiba di lokasi, membawa tim medis dan logistik penting melalui jalur udara.
Selain penanggulangan bencana, Kopasgat juga terlibat aktif dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) umum. Ini mencakup pencarian korban kecelakaan pesawat, kapal tenggelam, atau orang hilang di pegunungan dan hutan. Kemampuan Combat SAR mereka yang biasa digunakan di medan perang, dapat diadaptasi untuk misi kemanusiaan ini, menuntut presisi, ketahanan fisik, dan kemampuan kerja tim yang tinggi. Mereka dilengkapi dengan peralatan canggih untuk deteksi dan evakuasi di lingkungan yang menantang.
Operasi Militer Selain Perang lainnya yang menjadi tanggung jawab Kopasgat adalah pengamanan objek vital nasional. Meskipun ini memiliki nuansa keamanan, pelaksanaannya dalam kondisi damai seringkali dikategorikan sebagai OMSP, di mana mereka berkoordinasi dengan kepolisian dan lembaga terkait untuk menjaga keamanan instalasi strategis, seperti bandara atau fasilitas energi, dari ancaman non-teror. Keterlibatan Kopasgat dalam OMSP menunjukkan bahwa kekuatan militer tidak hanya digunakan untuk perang, tetapi juga sebagai alat pelindung dan penolong bagi masyarakat, menegaskan peran TNI yang dekat dengan rakyat dalam setiap situasi.
